Selasa, 11 September 2012

#1DLS "Love Can't Be Forced" PART 2


Akhirnya, aku dan Louis sampai di rumah. Aku segera turun dari mobil, dan membuka pintu. Aku mencium masakan Mom, aku menuju ke dapur dan melihat Mom sedang memasak

Aku memeluk Mom dari belakang, Mom yang awalnya sedang memasak segera membalas pelukanku. Kemudian datang Louis

“hey.. kalian tidak mengajakku?” tanya Louis sembari mengambil makanan yang ada di meja makan

“apa aku harus mengajakmu?” kataku sembari menjulurkan lidah, sementara Louis berusaha untuk mengacak-acak rambutku. Inilah yang aku benci dari Louis, ia sering sekali mengacak-acak rambutku, padahal dia tau aku tidak suka akan hal itu

Aku berjalan menuju kamarku, badanku terasa lemas. Aku menghempaskan tubuhku di atas kasur, menatap langit-langit kamarku yang berwarna putih kecoklatan.

Masih terbayang dibenakku senyuman Zayn tadi, dan juga Niall yang sempat membuatku terdiam tidak tau apa yang harus aku ucapkan

Walau banyak orang yang beranggapan bahwa Zayn itu playboy, tapi aku tidak pernah menganggapnya seperti itu. menurutku Zayn adalah Zayn, seorang pria keturuan pakistan yang cool dan juga cute

“cloe..” aku mendengar suara Mom memanggilku, aku beranjak dari tempat tidurku sembari membawa buku dan tasku

Aku membuka pintu kamar dan tersenyum ke arah Mom, Mom membelai rambutku. Dan aku melihat Louis sudah siap dengan suspendernya, ya inilah gaya Louis yang sebenarnya. Sejak kecil, Louis suka mengenakan suspender. Walau orang beranggapan suspender adalah hal yang lugu atau norak, tapi Louis menganggapnya suspender adalah hal yang menarik dan tidak norak

“suspender?” aku mengangkat alisku

“yes! Keren, bukan?” tanya Louis sembari mengambil beberapa potong roti

Sementara aku hanya menganggukan kepalaku, menurutku Louis memang cocok mengenakan suspender. Jadi aku mengatakan yang sebenarnya

Aku dan Louis berpamitan kepada Mom dan Dad, mobil sudah siap di depan pintu pagar. Aku berharap, aku tidak telat lagi. Karena 3 hari terakhir, aku selalu telat masuk ke kelas.

“Louis.. bisa kamu percepat laju mobil?” tanyaku lembut

Louis menatapku tajam, lalu ia segera mempercepat laju mobilnya. Aku tersenyum tipis ke arahnya, dan akhirnya aku datang tepat pada waktunya. Aku segera berlari menuju lantai 2, tempat dimana kelasku berada

Sebelum masuk ke dalam kelas, aku harus mengambil buku di loker. Saat aku hendak mengambil buku di loker, seseorang menabrakku keras. Dan aku berteriak kecil, aku menoleh ke arah orang itu. Zayn? Pikirku
Namun dia tidak berkata apa-apa, jadi aku merapikan buku-bukuku yang sempat jatuh tadi. Zayn memang terkenal karena sikapnya yang dingin dan juga acuh tak acuh

Aku masuk ke dalam kelas, dan terlihat anak-anak sedang sibuk dengan buku mereka masing-masing. Oh ternyata tugas yang diberikan Mr. Jack, dia adalah guru bahasa Jerman di Queen Marry

“kamu sudah mengerjakan tugas?” Liam datang menghampiriku, dan duduk di kursi yang kosong

“ya, kamu tau Mr. Jack sangat killer. Dan kamu juga tau bagaimana nasibku jika aku tidak mengerjakan tugas miliknya” balasku sambil menatap ke arah jam dinding

Tidak lama, Mr. Jack datang. Semua mahasiswa siap di bangkunya masing-masing, Mr. Jack menatap ke arah mahasiswa. Dengan tatapannya yang tajam, spontan aku segera menundukan kepalaku. Aku tidak cukup berani untuk menatap mata Mr. Jack

“Cloe! Maju ke depan dan tulis ulang apa yang kamu tulis semalam, dengan  bahasa Jerman. Cepat tidak ada basa-basi” aku bisa mendengar suara Mr. Jack yang lantang

Dan aku pun segera mengeluarkan bukuku dengan cepat, berlari menuju papan tulis dan mengambil spidol yang ada di meja guru. Inilah yang Mr. Jack mau, semua anak bekerja dengan cepat dan tidak lambat

Tapi untuk Hans, anak dengan kacamata kuda dan juga dasi kupu-kupu. Pekerjaan ini amat sangat menyulitkan baginya, maksudku.. bekerja dengan cepat

Aku pun selesai menuliskan apa yang aku kerjakan semalam, Mr. Jack menatapku dan melihat tulisanku. Aku memang terkenal dengan kemampuan berbahasa Jermanku, walau tidak sepintar June. Dia adalah murid yang paling pintar di kelasku

“not bad, go back to your chair” Mr. Jack mempersilakanku untuk duduk, aku segera duduk dan menghela nafas

“selanjutnya, Hans.. kamu kerjakan nomor 2” ucap Mr. Jack sembari menatap Hans dengan tatapannya yang tajam , dan seperti kataku tadi. Ia bekerja sangat lambat, dan membuat Mr. Jack geram. Ia membanting buku pelajaran

“Hans! Bisakah kamu percepat pekerjaanmu?”

Dengan usaha yang ia kerjakan, Hans mencoba untuk bekerja lebih cepat. Ia terlihat gelagapan, dalam benakku. Aku merasa kasihan melihat Hans, ia menjadi bahan ejekan satu kelas. Karena sikapnya yang terlalu polos dan lambat itu

Apalagi ketika sedang berolah raga, ia akan menjadi bahan ejekan yang bagus untuk teman-teman sekelasku. Sementara aku hanya berdiam diri bersama dengan Liam

Setelah melewat satu setengah jam, pelajaran bahasa Jerman pun selesai. Aku bisa bernafas lega, dan kami bisa beristirahat. Liam mengajakku ke kantin, dengan senang hati aku menerima tawarannya.

Ya memang setiap istirahat aku dan Liam pergi ke kantin untuk makan, tapi jika Mom membawakan aku bekal. Aku akan menolak tawaran Liam

Di kantin, aku melihat Zayn bersama dengan teman-temannya. Aku meminta Liam untuk duduk berdekatan dengan meja mereka

“kamu mau apa?” aku bisa mendengar suara Liam, aku segera menoleh ke arahnya

“seperti biasa” jawabku singkat

Liam segera mengambil makanan yang biasa aku makan, ya fish and chips. Makanan kesukaanku di Queen Marry

“ini untukmu” saat Liam memberikanku satu porsi fish and chips, aku segera memalingkan pandanganku ke Liam

“terima kasih” aku tersenyum

“sama-sama” balas Liam

Tiba-tiba aku mendengar suara El memanggil namaku, aku menoleh dan melihat El berlari ke arahku. Ia segera duduk di hadapanku

“Cloe! Aku ingin berbicara empat mata denganmu” El terlihat serius dengan perkataannya

“mau berbicara apa?” tanyaku sembari memakan makananku

“ya Cloe.. aku sudah bilang jika aku ingin berbicara empat mata, jadi aku tunggu kamu pulang sekolah di koridor dekat ruang perpustakaan” jawab El

“baiklah El” balasku

El segera pergi dari tempatnya, dan aku segera melanjutkan makan siangku. Saat aku menoleh ke arah Zayn, aku melihat seorang perempuan berambut pirang. Dia terlihat mesra dengan Zayn, apakah itu pacar Zayn? Pikirku, aku berusaha berpikir positif

Itu adalah sahabat Zayn, hanya sahabat tidak lebih. Pikirku, aku tidak dapat mengalihkan pandanganku ke tempat lain selain Zayn. Karena mereka benar-benar terlihat sangat mesra

“Liam..” aku menoleh ke arah Liam, Liam mengangkat alisnya

“ya kenapa?” tanya Liam

“apa kamu tau gadis yang bersama dengan Zayn?” bisikku kepada Liam, sementara Liam hanya mengangkat bahunya. Aku menghela nafas panjang

TO BE CONTINOUS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar