Akhirnya, aku dan Louis sampai di rumah. Aku segera turun
dari mobil, dan membuka pintu. Aku mencium masakan Mom, aku menuju ke dapur dan
melihat Mom sedang memasak
Aku memeluk Mom dari belakang, Mom yang awalnya sedang
memasak segera membalas pelukanku. Kemudian datang Louis
“hey.. kalian tidak mengajakku?” tanya Louis sembari
mengambil makanan yang ada di meja makan
“apa aku harus mengajakmu?” kataku sembari menjulurkan
lidah, sementara Louis berusaha untuk mengacak-acak rambutku. Inilah yang aku
benci dari Louis, ia sering sekali mengacak-acak rambutku, padahal dia tau aku
tidak suka akan hal itu
Aku berjalan menuju kamarku, badanku terasa lemas. Aku
menghempaskan tubuhku di atas kasur, menatap langit-langit kamarku yang
berwarna putih kecoklatan.
Masih terbayang dibenakku senyuman Zayn tadi, dan juga Niall
yang sempat membuatku terdiam tidak tau apa yang harus aku ucapkan
Walau banyak orang yang beranggapan bahwa Zayn itu playboy,
tapi aku tidak pernah menganggapnya seperti itu. menurutku Zayn adalah Zayn,
seorang pria keturuan pakistan yang cool dan juga cute
“cloe..” aku mendengar suara Mom memanggilku, aku beranjak
dari tempat tidurku sembari membawa buku dan tasku
Aku membuka pintu kamar dan tersenyum ke arah Mom, Mom
membelai rambutku. Dan aku melihat Louis sudah siap dengan suspendernya, ya
inilah gaya Louis yang sebenarnya. Sejak kecil, Louis suka mengenakan
suspender. Walau orang beranggapan suspender adalah hal yang lugu atau norak,
tapi Louis menganggapnya suspender adalah hal yang menarik dan tidak norak
“suspender?” aku mengangkat alisku
“yes! Keren, bukan?” tanya Louis sembari mengambil beberapa
potong roti
Sementara aku hanya menganggukan kepalaku, menurutku Louis
memang cocok mengenakan suspender. Jadi aku mengatakan yang sebenarnya
Aku dan Louis berpamitan kepada Mom dan Dad, mobil sudah siap
di depan pintu pagar. Aku berharap, aku tidak telat lagi. Karena 3 hari
terakhir, aku selalu telat masuk ke kelas.
“Louis.. bisa kamu percepat laju mobil?” tanyaku lembut
Louis menatapku tajam, lalu ia segera mempercepat laju
mobilnya. Aku tersenyum tipis ke arahnya, dan akhirnya aku datang tepat pada
waktunya. Aku segera berlari menuju lantai 2, tempat dimana kelasku berada
Sebelum masuk ke dalam kelas, aku harus mengambil buku di
loker. Saat aku hendak mengambil buku di loker, seseorang menabrakku keras. Dan
aku berteriak kecil, aku menoleh ke arah orang itu. Zayn? Pikirku
Namun dia tidak berkata apa-apa, jadi aku merapikan
buku-bukuku yang sempat jatuh tadi. Zayn memang terkenal karena sikapnya yang
dingin dan juga acuh tak acuh
Aku masuk ke dalam kelas, dan terlihat anak-anak sedang
sibuk dengan buku mereka masing-masing. Oh ternyata tugas yang diberikan Mr.
Jack, dia adalah guru bahasa Jerman di Queen Marry
“kamu sudah mengerjakan tugas?” Liam datang menghampiriku,
dan duduk di kursi yang kosong
“ya, kamu tau Mr. Jack sangat killer. Dan kamu juga tau
bagaimana nasibku jika aku tidak mengerjakan tugas miliknya” balasku sambil
menatap ke arah jam dinding
Tidak lama, Mr. Jack datang. Semua mahasiswa siap di
bangkunya masing-masing, Mr. Jack menatap ke arah mahasiswa. Dengan tatapannya
yang tajam, spontan aku segera menundukan kepalaku. Aku tidak cukup berani
untuk menatap mata Mr. Jack
“Cloe! Maju ke depan dan tulis ulang apa yang kamu tulis
semalam, dengan bahasa Jerman. Cepat
tidak ada basa-basi” aku bisa mendengar suara Mr. Jack yang lantang
Dan aku pun segera mengeluarkan bukuku dengan cepat, berlari
menuju papan tulis dan mengambil spidol yang ada di meja guru. Inilah yang Mr.
Jack mau, semua anak bekerja dengan cepat dan tidak lambat
Tapi untuk Hans, anak dengan kacamata kuda dan juga dasi
kupu-kupu. Pekerjaan ini amat sangat menyulitkan baginya, maksudku.. bekerja
dengan cepat
Aku pun selesai menuliskan apa yang aku kerjakan semalam,
Mr. Jack menatapku dan melihat tulisanku. Aku memang terkenal dengan kemampuan
berbahasa Jermanku, walau tidak sepintar June. Dia adalah murid yang paling
pintar di kelasku
“not bad, go back to your chair” Mr. Jack mempersilakanku
untuk duduk, aku segera duduk dan menghela nafas
“selanjutnya, Hans.. kamu kerjakan nomor 2” ucap Mr. Jack
sembari menatap Hans dengan tatapannya yang tajam , dan seperti kataku tadi. Ia
bekerja sangat lambat, dan membuat Mr. Jack geram. Ia membanting buku pelajaran
“Hans! Bisakah kamu percepat pekerjaanmu?”
Dengan usaha yang ia kerjakan, Hans mencoba untuk bekerja
lebih cepat. Ia terlihat gelagapan, dalam benakku. Aku merasa kasihan melihat
Hans, ia menjadi bahan ejekan satu kelas. Karena sikapnya yang terlalu polos dan
lambat itu
Apalagi ketika sedang berolah raga, ia akan menjadi bahan
ejekan yang bagus untuk teman-teman sekelasku. Sementara aku hanya berdiam diri
bersama dengan Liam
Setelah melewat satu setengah jam, pelajaran bahasa Jerman
pun selesai. Aku bisa bernafas lega, dan kami bisa beristirahat. Liam mengajakku
ke kantin, dengan senang hati aku menerima tawarannya.
Ya memang setiap istirahat aku dan Liam pergi ke kantin
untuk makan, tapi jika Mom membawakan aku bekal. Aku akan menolak tawaran Liam
Di kantin, aku melihat Zayn bersama dengan teman-temannya. Aku
meminta Liam untuk duduk berdekatan dengan meja mereka
“kamu mau apa?” aku bisa mendengar suara Liam, aku segera
menoleh ke arahnya
“seperti biasa” jawabku singkat
Liam segera mengambil makanan yang biasa aku makan, ya fish
and chips. Makanan kesukaanku di Queen Marry
“ini untukmu” saat Liam memberikanku satu porsi fish and
chips, aku segera memalingkan pandanganku ke Liam
“terima kasih” aku tersenyum
“sama-sama” balas Liam
Tiba-tiba aku mendengar suara El memanggil namaku, aku
menoleh dan melihat El berlari ke arahku. Ia segera duduk di hadapanku
“Cloe! Aku ingin berbicara empat mata denganmu” El terlihat
serius dengan perkataannya
“mau berbicara apa?” tanyaku sembari memakan makananku
“ya Cloe.. aku sudah bilang jika aku ingin berbicara empat
mata, jadi aku tunggu kamu pulang sekolah di koridor dekat ruang perpustakaan”
jawab El
“baiklah El” balasku
El segera pergi dari tempatnya, dan aku segera melanjutkan
makan siangku. Saat aku menoleh ke arah Zayn, aku melihat seorang perempuan
berambut pirang. Dia terlihat mesra dengan Zayn, apakah itu pacar Zayn? Pikirku,
aku berusaha berpikir positif
Itu adalah sahabat Zayn, hanya sahabat tidak lebih. Pikirku,
aku tidak dapat mengalihkan pandanganku ke tempat lain selain Zayn. Karena mereka
benar-benar terlihat sangat mesra
“Liam..” aku menoleh ke arah Liam, Liam mengangkat alisnya
“ya kenapa?” tanya Liam
“apa kamu tau gadis yang bersama dengan Zayn?” bisikku
kepada Liam, sementara Liam hanya mengangkat bahunya. Aku menghela nafas
panjang
TO BE CONTINOUS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar