Senin, 10 September 2012

#1DLS "Love can't be forced" PART 1


Hey.. namaku Joanne Cloe Tomlinson, biasanya kakakku, Louis, Mom and Dad memanggilku Cloe. Terdengar seperti a dog’s name, right? Aku pikir juga begitu, tapi entah kenapa aku menyukai nama ini. Karena belum pernah aku dengar nama yang sama seperti namaku

Kakakku Louis William Tomlinson, umurnya 21 tahun. Sedangkan aku 18 tahun, aku dan Louis satu universitas. Yaitu di Queen Marry, sikapku dan Louis amat sangat berbeda. Terbukti, Louis lebih populer dan aku terkenal karena sikapku yang polos dan juga aneh

“Cloe!”

Aku mendengar suara Louis memanggilku, aku menoleh dan melihat Louis sedang bersama dengan Harry juga Niall. Mereka adalah teman Louis, tapi umur mereka berbeda. Harry yang sepantaran denganku, Niall yang masih 19 tahun. Dan kakakku adalah yang tertua diantara mereka

“ya?” jawabku pelan sembari membawa buku yang aku pegang

“mau membantu kakakmu ini kan?” tanya Louis sembari berkacak pinggang

Sedangkan aku hanya menganggukan kepala, Louis membisikkan kepadaku sesuatu. Dan aku mengerti apa yang harus aku lakukan

“oke, kapan aku harus melakukanny?” tanyaku

“nanti sore, sekarang aku harus pergi. Ayo Niall! Harry!” jawab Louis

Mereka pun pergi meninggalkan aku, dan tanpa rasa berterima kasih Louis memberikan bungkusan kecil. Ia memintaku untuk memberikan ini ke Eleanor, dia adalah mahasiswi yang cukup populer di sini. Dan kebetulan aku juga mengenal El, panggilan Eleanor

Tiba-tiba aku merasakan seseorang memukul pundakku, dan aku lihat itu Liam. Dia tersenyum kepadaku, dia adalah sahabatku sejak aku berada dibangku SMA.

“hey!” sapa Liam

“hey Liam!” balasku

Liam mengajakku untuk ke perpustakaan, sesampainya di perpustakaan. Aku dan Liam duduk di bangku yang kosong, aku menaruh buku di atas meja. Dan mulai mengambil beberapa buku di rak

Sementara Liam sibuk membaca makalah yang Mr. Robert buat, Liam termasuk anak yang pintar di Queen Marry. Tidak hanya itu, Liam juga pandai bernyanyi dan bergulat. Setelah mendapatkan buku yang aku cari, aku segera duduk.

“Cloe..” aku mendengar bisikan Liam, aku menoleh

“kenapa?” jawabku

“menurutmu, apa yang harus aku berikan untuk gadis yang aku suka?” tanya Liam dengan nada suara yang pelan

Aku mengangkat alisku dan memikirkan jawaban yang sesuai dan bisa aku berikan untuk Liam, aku menjentikan jariku. Dan aku tersadar, semua orang yang sedang berada di perpustakan menoleh ke arah ku. Aku hanya tertunduk malu

“ssstttt don’t be noisy” aku mendengar suara beberapa orang

Aku berusaha berbicara dengan nada lebih pelan lagi, agar mereka tidak menimpal ke arahku lagi. Aku berbisik kepada Liam

“menurutku, kamu harus memberinya hadiah yang berbeda. Jangan bunga atau coklat, itu sudah sangat biasa” jawabku

Liam menatapku dalam, dan aku hanya tersenyum. Apa jawabanku belum memuaskan? Pikirku, tapi beberapa menit kemudian aku melihat dia tersenyum kepadaku

“patut dicoba” ucap Liam

Setelah cukup lama berada di dalam perpustakaan, aku dan Liam keluar dari perpustakaan. Aku melihat Louis, Niall dan Harry sedang menungguku. Aku berpamitan kepada Liam lalu menghampiri mereka

“hey Cloe!” sapa Niall sembari tersenyum ke arahku

“hey Niall” balasku

“ingat dengan apa yang aku katakan padamu tadi?” tanya Louis tiba-tiba

Aku mencoba mengingat apa yang Louis katakan padaku tadi, ah! Bingkisan untuk El, aku masih memegang bingkisan itu. karena aku belum melihat El dari tadi

“tentu aku ingat” aku tersenyum ke arah Louis

Kita segera berjalan menuju tempat parkir mobil, di sana aku melihat Zayn. Dia adalah pria yang aku taksir selama ini, ia sedang duduk di atas motor harleynya. Walau terkenal dengan “badboi”nya, Zayn tetaplah Zayn bagiku

Aku menghentikan langkahku untuk melihat Zayn beberapa saat, aku tersenyum seperti orang yang baru pertama kali merasakan cinta

“hey Cloe!” aku mendengar suara Louis, aku tersadar dan segera berlari ke arahnya

“apa yang kamu lakukan?” tanya Louis

“tidak, aku hanya sedang melihat taman” aku tersenyum ke arah Louis, berharap dia akan percaya dengan apa yang aku katakan barusan. Karena Louis sangat tidak suka dengan sikap Zayn yang menurutnya playboy itu

“apa kamu melihat.. Zayn?” tanya Niall sembari menyipitkan matanya

Aku hanya berdiam diri mendengar pertanyaan Niall, bagaimana ia bisa tau? Dan darimana dia tau? Pikirku, aku berusaha menjawab. Dan mencari jawaban yang pantas

“tidak” jawabku singkat

“kamu yakin?” tanya Niall lagi, rasanya aku ingin memukul kepalanya atau menutup mulutnya itu. bisakah ia tidak bertanya seperti itu lagi kepadaku? Apa aku harus memberikannya snack agar dia bisa berhenti bertanya?

“tentu saja” aku berusaha terlihat santai

Akhirnya, aku dan Louis berpisah dengan Niall dan Harry. Aku masuk ke dalam mobil, aku menatap ke arah Louis yang sedang sibuk menyetir mobil

“Lou..” aku menoleh ke arah Louis

“kenapa?” tanya Louis

“aku.. aku.. aku belum memberikan bingkisan yang kamu berikan kepadaku untuk El, karena aku tidak bertemu dengannya” aku menunduk karena aku merasa bersalah kepada Louis

Louis memang sudah lama menyukai El, dia adalah seorang model. Walaupun dia populer di Queen Marry, tapi ia masih bersikap ramah dan juga baik hati kepada siapa saja. Itulah yang membuat Louis jatuh hati kepada El

“it’s okay, kamu bisa memberikan itu kapan saja. Asal, tidak lewat dari tahun 2012” balas Louis, aku hanya tertawa kecil

TO BE CONTINOUS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar