Hey.. namaku Joanne Cloe Tomlinson, biasanya kakakku, Louis,
Mom and Dad memanggilku Cloe. Terdengar seperti a dog’s name, right? Aku pikir
juga begitu, tapi entah kenapa aku menyukai nama ini. Karena belum pernah aku
dengar nama yang sama seperti namaku
Kakakku Louis William Tomlinson, umurnya 21 tahun. Sedangkan
aku 18 tahun, aku dan Louis satu universitas. Yaitu di Queen Marry, sikapku dan
Louis amat sangat berbeda. Terbukti, Louis lebih populer dan aku terkenal
karena sikapku yang polos dan juga aneh
“Cloe!”
Aku mendengar suara Louis memanggilku, aku menoleh dan
melihat Louis sedang bersama dengan Harry juga Niall. Mereka adalah teman
Louis, tapi umur mereka berbeda. Harry yang sepantaran denganku, Niall yang
masih 19 tahun. Dan kakakku adalah yang tertua diantara mereka
“ya?” jawabku pelan sembari membawa buku yang aku pegang
“mau membantu kakakmu ini kan?” tanya Louis sembari berkacak
pinggang
Sedangkan aku hanya menganggukan kepala, Louis membisikkan
kepadaku sesuatu. Dan aku mengerti apa yang harus aku lakukan
“oke, kapan aku harus melakukanny?” tanyaku
“nanti sore, sekarang aku harus pergi. Ayo Niall! Harry!”
jawab Louis
Mereka pun pergi meninggalkan aku, dan tanpa rasa berterima
kasih Louis memberikan bungkusan kecil. Ia memintaku untuk memberikan ini ke
Eleanor, dia adalah mahasiswi yang cukup populer di sini. Dan kebetulan aku
juga mengenal El, panggilan Eleanor
Tiba-tiba aku merasakan seseorang memukul pundakku, dan aku
lihat itu Liam. Dia tersenyum kepadaku, dia adalah sahabatku sejak aku berada
dibangku SMA.
“hey!” sapa Liam
“hey Liam!” balasku
Liam mengajakku untuk ke perpustakaan, sesampainya di
perpustakaan. Aku dan Liam duduk di bangku yang kosong, aku menaruh buku di
atas meja. Dan mulai mengambil beberapa buku di rak
Sementara Liam sibuk membaca makalah yang Mr. Robert buat,
Liam termasuk anak yang pintar di Queen Marry. Tidak hanya itu, Liam juga
pandai bernyanyi dan bergulat. Setelah mendapatkan buku yang aku cari, aku
segera duduk.
“Cloe..” aku mendengar bisikan Liam, aku menoleh
“kenapa?” jawabku
“menurutmu, apa yang harus aku berikan untuk gadis yang aku
suka?” tanya Liam dengan nada suara yang pelan
Aku mengangkat alisku dan memikirkan jawaban yang sesuai dan
bisa aku berikan untuk Liam, aku menjentikan jariku. Dan aku tersadar, semua
orang yang sedang berada di perpustakan menoleh ke arah ku. Aku hanya tertunduk
malu
“ssstttt don’t be noisy” aku mendengar suara beberapa orang
Aku berusaha berbicara dengan nada lebih pelan lagi, agar
mereka tidak menimpal ke arahku lagi. Aku berbisik kepada Liam
“menurutku, kamu harus memberinya hadiah yang berbeda. Jangan
bunga atau coklat, itu sudah sangat biasa” jawabku
Liam menatapku dalam, dan aku hanya tersenyum. Apa jawabanku
belum memuaskan? Pikirku, tapi beberapa menit kemudian aku melihat dia
tersenyum kepadaku
“patut dicoba” ucap Liam
Setelah cukup lama berada di dalam perpustakaan, aku dan
Liam keluar dari perpustakaan. Aku melihat Louis, Niall dan Harry sedang
menungguku. Aku berpamitan kepada Liam lalu menghampiri mereka
“hey Cloe!” sapa Niall sembari tersenyum ke arahku
“hey Niall” balasku
“ingat dengan apa yang aku katakan padamu tadi?” tanya Louis
tiba-tiba
Aku mencoba mengingat apa yang Louis katakan padaku tadi,
ah! Bingkisan untuk El, aku masih memegang bingkisan itu. karena aku belum
melihat El dari tadi
“tentu aku ingat” aku tersenyum ke arah Louis
Kita segera berjalan menuju tempat parkir mobil, di sana aku
melihat Zayn. Dia adalah pria yang aku taksir selama ini, ia sedang duduk di
atas motor harleynya. Walau terkenal dengan “badboi”nya, Zayn tetaplah Zayn bagiku
Aku menghentikan langkahku untuk melihat Zayn beberapa saat,
aku tersenyum seperti orang yang baru pertama kali merasakan cinta
“hey Cloe!” aku mendengar suara Louis, aku tersadar dan
segera berlari ke arahnya
“apa yang kamu lakukan?” tanya Louis
“tidak, aku hanya sedang melihat taman” aku tersenyum ke
arah Louis, berharap dia akan percaya dengan apa yang aku katakan barusan. Karena
Louis sangat tidak suka dengan sikap Zayn yang menurutnya playboy itu
“apa kamu melihat.. Zayn?” tanya Niall sembari menyipitkan
matanya
Aku hanya berdiam diri mendengar pertanyaan Niall, bagaimana
ia bisa tau? Dan darimana dia tau? Pikirku, aku berusaha menjawab. Dan mencari
jawaban yang pantas
“tidak” jawabku singkat
“kamu yakin?” tanya Niall lagi, rasanya aku ingin memukul
kepalanya atau menutup mulutnya itu. bisakah ia tidak bertanya seperti itu lagi
kepadaku? Apa aku harus memberikannya snack agar dia bisa berhenti bertanya?
“tentu saja” aku berusaha terlihat santai
Akhirnya, aku dan Louis berpisah dengan Niall dan Harry. Aku
masuk ke dalam mobil, aku menatap ke arah Louis yang sedang sibuk menyetir
mobil
“Lou..” aku menoleh ke arah Louis
“kenapa?” tanya Louis
“aku.. aku.. aku belum memberikan bingkisan yang kamu
berikan kepadaku untuk El, karena aku tidak bertemu dengannya” aku menunduk
karena aku merasa bersalah kepada Louis
Louis memang sudah lama menyukai El, dia adalah seorang
model. Walaupun dia populer di Queen Marry, tapi ia masih bersikap ramah dan
juga baik hati kepada siapa saja. Itulah yang membuat Louis jatuh hati kepada
El
“it’s okay, kamu bisa memberikan itu kapan saja. Asal, tidak
lewat dari tahun 2012” balas Louis, aku hanya tertawa kecil
TO BE CONTINOUS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar