Jam pelajaran sudah benar-benar selesai, dan aku berpisah
dengan Liam. Karena aku harus menemui El di koridor dekat perpustakaan
Aku melihat El sedang duduk sendiri, aku berjalan
menghampiri El. Dia menoleh ke arahku dan melemparkan senyumannya
“Cloe!” El beranjak dari tempatnya dan segera menarik
tanganku
El membawaku ke tempat yang lebih aman, dan aku sangat
penasaran dengan apa yang akan dibicarakan oleh El. Jadi aku menunggu El
berbicara
“Cloe.. kamu harus tau.. aku.. suka.. Louis!” aku menatap El
dalam, apakah benar dengan apa yang diucapkan El tadi? Dia suka dengan Louis?
Aku tersenyum ke arah El, dan segera memberikan bingkisan
yang Louis titipkan kemarin sore. El mengangkat alisnya sembari mengambil
bingkisan yang aku bawa
“apa ini?” El menatapku dengan tatapan curiga
“itu dari Louis, ia memintaku untuk memberikannya kepadamu”
aku tersenyum sembari mengedipkan mataku
“maksudmu?” El bertanya sembari tersenyum kecil
“jadi.. Louis juga menyukaimu El” aku mengatakan yang
sejujurnya
Aku bisa melihat wajah El yang berubah menjadi senang, ia
beranjak dari kursi dan melompat-lompat seperti orang yang baru saja
memenangkan hadiah uang sebesar 5 milyar
“okay El, kamu bisa hentikan itu. disini tidak hanya ada aku
dan kamu” aku menarik tangan El dan segera duduk kembali
“yeah! Apakah kamu tau Cloe, aku sudah lama menyukai Louis
dan aku sangat tidak menyangka dia juga menyukaiku.. thanks Cloe!” El memelukku
erat, akupun membalas pelukannya
“dan, bagaimana selanjutnya?” tanyaku ke El
“aku juga tidak tau, dan.. apakah kamu mau membantuku?
Please, aku sangat ingin kencan dengan Louis” jawab El sembari
mengoyang-goyangkan tanganku
“baiklah, aku akan membantumu. Jadi, untuk tahap pertama aku
akan memberikanmu nomor Louis. Kamu bisa melakukan pendekatan dengannya, dan
jangan menelpon ataupun mengirim pesan kepadanya lewat dari jam 8 malam” aku
memberikan nomor Louis kepada El
“okay Cloe! Terima kasih banyak! Aku tidak tau harus berbuat
apa untuk membalas kebaikanmu” balas El, aku hanya menganggukan kepalaku
Setelah semuanya selesai, aku berjalan bersama dengan El
menuju ke tempat parkir mobil. Di sana, El sudah di jemput supir pribadinya.
Aku melambaikan tangan ke El saat mobilnya keluar dari lingkungan sekolah
Dan aku melihat Louis, Niall juga Harry sedang duduk di
bawah pohon dekat mobil Louis. Aku berjalan menghampiri mereka
“guys!” sapaku
“kamu tadi bersama dengan El? Kamu sudah memberikan
bingkisan yang aku berikan?” tanya Louis dengan penasaran
“semua terlaksanakan dengan baik, dan apa kamu tau..
ternyata El juga menyukaimu!”
jawabku
jawabku
Aku bisa melihat wajah Louis yang berubah ekspresi menjadi
senang, ia memeluk Harry dan Niall. Dan tidak lupa, ia juga memelukku. Aku
hampir mati kehabisan nafas karena pelukannya yang sangat maut
Lalu aku meminta Louis untuk melepaskan aku dari
cengkramannya, ya jika sedang senang. Pelukan Louis bisa lebih mematikan dari
cengkraman beruang besar atau harimau besar.
Ia melompat-lompat kegirangan, dan aku hanya tertunduk
karena malu. Seorang Louis yang terkenal karena cool dan populer, berubah
menjadi seseorang yang amat sangat aneh. Aku mengumpat di balik Harry
“sudah Louis, kamu bisa hentikan itu. kamu bisa
melanjutkannya di rumah” ucap Harry sembari mengacak-acak rambutku, aku
memasang wajah masam ke Harry
Harry tau aku paling tidak suka jika orang mengacak-acak
rambutku, tapi itu adalah hal yang akan terus Harry lakukan. Ia pernah berkata,
ia akan terus melakukan itu sampai aku benar-benar terbiasa.
Tidak lama, Louis mengajakku untuk segera pulang. Kami
berpamitan dengan Niall dan Harry, sepanjang perjalanan. Louis selalu
bernyanyi, ya lagu untuk orang yang sedang jatuh cinta
Aku hanya menatap Louis, sebenarnya aku ingin tertawa
melihat sikap Louis. Namun, aku hanya berdiam diri dan menahannya
“oh iya Cloe, lalu bagaimana dengan reaksi El? Apakah dia
juga sangat senang seperti aku?” tanya Louis sembari memutar musik
“ya.. dia melompat-lompat seperti orang yang baru saja
mendapatkan uang 5 milyar, dan aku sudah memberikan nomormu ke El” aku
tersenyum hangat ke Louis
“nah.. sampai rumah nanti, tolong berikan aku nomor handphone
El” sambung Louis
Sesampainya di rumah, aku segera turun dari mobil dan masuk
ke dalam rumah. Aku melihat Mom sedang menonton tv, aku berjalan menghampiri
Mom
“Mom!” aku memeluk Mom dengan sedikit manja
“mana Louis?” tanya Mom sembari membelai rambutku
“di luar, sedang memasukkan mobil ke dalam garasi” aku
menoleh ke arah pintu
Tidak lama kemudian, Louis masuk. Ia berjalan menghampiri
aku dan Mom, Louis duduk di sebelahku dan terlihat wajah Louis yang masih
terlihat senang
Mom mengangkat alisnya dan menatap Louis aneh, sepertinya
Mom penasaran dengan apa yang terjadi pada Louis
“kamu kenapa, Louis?” tanya Mom yang masih menatap Louis
“Mom, Louis sedang kasmaran. Dan mungkin sebentar lagi Lou
akan mendapatkan pacar” aku mendahului Louis, ia hanya menganggukan kepalanya
Mom tertawa kecil dan terlihat senang, ya memang sudah lama
Mom mengingkan Louis untuk membawa gadis ke rumah. Memperkenalkannya kepada Mom
sebagai “pacar”
“siapa?” mom menatap aku dan Louis
“mom tau Eleanor Calder? Model yang aku maksud” jawabku
“tunggu.. Eleanor Calder? Ah! Mom ingat! Bukankah dia gadis
yang manis itu? maksudku, gadis yang waktu itu membantu Mom?”
Beberapa waktu yang lalu, El memang pernah membantu Mom.
Saat bawaan Mom jatuh di parkiran, El membantu mengambil bawaan Mom yang jatuh
Dan mulai saat itulah Mom selalu bertanya padaku tentang El,
Mom selalu bertanya tentang namanya, kepribadiannya dan semua tentang El
“yes!” jawabku lantang
“wait.. Mom kenal El?” Louis mengangkat alisnya
“no, tapi dia pernah membantu Mom. And she’s a good girl, i
love her. Jadikan dia pacarmu, Lou” Mom mengedipkan matanya ke Lou
Sementara Louis hanya tertawa kecil, ya kakakku yang sudah
lama single. Kini ia menemukan gadis yang sesuai dengannya, gadis yang memang
sangat ideal untuknya
Dan aku sebagai adik sekaligus teman Louis, aku senang bisa
membantu kakakku untuk bisa dekat dengan El. Karena aku juga kenal El
“ah Mom! Okay” balas Louis sembari mengedipkan matanya
TO BE CONTINOUS

