Rabu, 12 September 2012

#1DLS "Love Can't Be Forced" PART 3


Jam pelajaran sudah benar-benar selesai, dan aku berpisah dengan Liam. Karena aku harus menemui El di koridor dekat perpustakaan

Aku melihat El sedang duduk sendiri, aku berjalan menghampiri El. Dia menoleh ke arahku dan melemparkan senyumannya

“Cloe!” El beranjak dari tempatnya dan segera menarik tanganku

El membawaku ke tempat yang lebih aman, dan aku sangat penasaran dengan apa yang akan dibicarakan oleh El. Jadi aku menunggu El berbicara

“Cloe.. kamu harus tau.. aku.. suka.. Louis!” aku menatap El dalam, apakah benar dengan apa yang diucapkan El tadi? Dia suka dengan Louis?

Aku tersenyum ke arah El, dan segera memberikan bingkisan yang Louis titipkan kemarin sore. El mengangkat alisnya sembari mengambil bingkisan yang aku bawa

“apa ini?” El menatapku dengan tatapan curiga

“itu dari Louis, ia memintaku untuk memberikannya kepadamu” aku tersenyum sembari mengedipkan mataku

“maksudmu?” El bertanya sembari tersenyum kecil

“jadi.. Louis juga menyukaimu El” aku mengatakan yang sejujurnya

Aku bisa melihat wajah El yang berubah menjadi senang, ia beranjak dari kursi dan melompat-lompat seperti orang yang baru saja memenangkan hadiah uang sebesar 5 milyar

“okay El, kamu bisa hentikan itu. disini tidak hanya ada aku dan kamu” aku menarik tangan El dan segera duduk kembali

“yeah! Apakah kamu tau Cloe, aku sudah lama menyukai Louis dan aku sangat tidak menyangka dia juga menyukaiku.. thanks Cloe!” El memelukku erat, akupun membalas pelukannya

“dan, bagaimana selanjutnya?” tanyaku ke El

“aku juga tidak tau, dan.. apakah kamu mau membantuku? Please, aku sangat ingin kencan dengan Louis” jawab El sembari mengoyang-goyangkan tanganku

“baiklah, aku akan membantumu. Jadi, untuk tahap pertama aku akan memberikanmu nomor Louis. Kamu bisa melakukan pendekatan dengannya, dan jangan menelpon ataupun mengirim pesan kepadanya lewat dari jam 8 malam” aku memberikan nomor Louis kepada El

“okay Cloe! Terima kasih banyak! Aku tidak tau harus berbuat apa untuk membalas kebaikanmu” balas El, aku hanya menganggukan kepalaku

Setelah semuanya selesai, aku berjalan bersama dengan El menuju ke tempat parkir mobil. Di sana, El sudah di jemput supir pribadinya. Aku melambaikan tangan ke El saat mobilnya keluar dari lingkungan sekolah

Dan aku melihat Louis, Niall juga Harry sedang duduk di bawah pohon dekat mobil Louis. Aku berjalan menghampiri mereka

“guys!” sapaku

“kamu tadi bersama dengan El? Kamu sudah memberikan bingkisan yang aku berikan?” tanya Louis dengan penasaran

“semua terlaksanakan dengan baik, dan apa kamu tau.. ternyata El juga menyukaimu!”
 jawabku

Aku bisa melihat wajah Louis yang berubah ekspresi menjadi senang, ia memeluk Harry dan Niall. Dan tidak lupa, ia juga memelukku. Aku hampir mati kehabisan nafas karena pelukannya yang sangat maut

Lalu aku meminta Louis untuk melepaskan aku dari cengkramannya, ya jika sedang senang. Pelukan Louis bisa lebih mematikan dari cengkraman beruang besar atau harimau besar.

Ia melompat-lompat kegirangan, dan aku hanya tertunduk karena malu. Seorang Louis yang terkenal karena cool dan populer, berubah menjadi seseorang yang amat sangat aneh. Aku mengumpat di balik Harry

“sudah Louis, kamu bisa hentikan itu. kamu bisa melanjutkannya di rumah” ucap Harry sembari mengacak-acak rambutku, aku memasang wajah masam ke Harry

Harry tau aku paling tidak suka jika orang mengacak-acak rambutku, tapi itu adalah hal yang akan terus Harry lakukan. Ia pernah berkata, ia akan terus melakukan itu sampai aku benar-benar terbiasa.

Tidak lama, Louis mengajakku untuk segera pulang. Kami berpamitan dengan Niall dan Harry, sepanjang perjalanan. Louis selalu bernyanyi, ya lagu untuk orang yang sedang jatuh cinta

Aku hanya menatap Louis, sebenarnya aku ingin tertawa melihat sikap Louis. Namun, aku hanya berdiam diri dan menahannya

“oh iya Cloe, lalu bagaimana dengan reaksi El? Apakah dia juga sangat senang seperti aku?” tanya Louis sembari memutar musik

“ya.. dia melompat-lompat seperti orang yang baru saja mendapatkan uang 5 milyar, dan aku sudah memberikan nomormu ke El” aku tersenyum hangat ke Louis

“nah.. sampai rumah nanti, tolong berikan aku nomor handphone El” sambung Louis

Sesampainya di rumah, aku segera turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah. Aku melihat Mom sedang menonton tv, aku berjalan menghampiri Mom

“Mom!” aku memeluk Mom dengan sedikit manja

“mana Louis?” tanya Mom sembari membelai rambutku

“di luar, sedang memasukkan mobil ke dalam garasi” aku menoleh ke arah pintu

Tidak lama kemudian, Louis masuk. Ia berjalan menghampiri aku dan Mom, Louis duduk di sebelahku dan terlihat wajah Louis yang masih terlihat senang

Mom mengangkat alisnya dan menatap Louis aneh, sepertinya Mom penasaran dengan apa yang terjadi pada Louis

“kamu kenapa, Louis?” tanya Mom yang masih menatap Louis

“Mom, Louis sedang kasmaran. Dan mungkin sebentar lagi Lou akan mendapatkan pacar” aku mendahului Louis, ia hanya menganggukan kepalanya

Mom tertawa kecil dan terlihat senang, ya memang sudah lama Mom mengingkan Louis untuk membawa gadis ke rumah. Memperkenalkannya kepada Mom sebagai “pacar”

“siapa?” mom menatap aku dan Louis

“mom tau Eleanor Calder? Model yang aku maksud” jawabku

“tunggu.. Eleanor Calder? Ah! Mom ingat! Bukankah dia gadis yang manis itu? maksudku, gadis yang waktu itu membantu Mom?”

Beberapa waktu yang lalu, El memang pernah membantu Mom. Saat bawaan Mom jatuh di parkiran, El membantu mengambil bawaan Mom yang jatuh

Dan mulai saat itulah Mom selalu bertanya padaku tentang El, Mom selalu bertanya tentang namanya, kepribadiannya dan semua tentang El

“yes!” jawabku lantang

“wait.. Mom kenal El?” Louis mengangkat alisnya

“no, tapi dia pernah membantu Mom. And she’s a good girl, i love her. Jadikan dia pacarmu, Lou” Mom mengedipkan matanya ke Lou

Sementara Louis hanya tertawa kecil, ya kakakku yang sudah lama single. Kini ia menemukan gadis yang sesuai dengannya, gadis yang memang sangat ideal untuknya

Dan aku sebagai adik sekaligus teman Louis, aku senang bisa membantu kakakku untuk bisa dekat dengan El. Karena aku juga kenal El

“ah Mom! Okay” balas Louis sembari mengedipkan matanya

TO BE CONTINOUS

Selasa, 11 September 2012

#1DLS "Love Can't Be Forced" PART 2


Akhirnya, aku dan Louis sampai di rumah. Aku segera turun dari mobil, dan membuka pintu. Aku mencium masakan Mom, aku menuju ke dapur dan melihat Mom sedang memasak

Aku memeluk Mom dari belakang, Mom yang awalnya sedang memasak segera membalas pelukanku. Kemudian datang Louis

“hey.. kalian tidak mengajakku?” tanya Louis sembari mengambil makanan yang ada di meja makan

“apa aku harus mengajakmu?” kataku sembari menjulurkan lidah, sementara Louis berusaha untuk mengacak-acak rambutku. Inilah yang aku benci dari Louis, ia sering sekali mengacak-acak rambutku, padahal dia tau aku tidak suka akan hal itu

Aku berjalan menuju kamarku, badanku terasa lemas. Aku menghempaskan tubuhku di atas kasur, menatap langit-langit kamarku yang berwarna putih kecoklatan.

Masih terbayang dibenakku senyuman Zayn tadi, dan juga Niall yang sempat membuatku terdiam tidak tau apa yang harus aku ucapkan

Walau banyak orang yang beranggapan bahwa Zayn itu playboy, tapi aku tidak pernah menganggapnya seperti itu. menurutku Zayn adalah Zayn, seorang pria keturuan pakistan yang cool dan juga cute

“cloe..” aku mendengar suara Mom memanggilku, aku beranjak dari tempat tidurku sembari membawa buku dan tasku

Aku membuka pintu kamar dan tersenyum ke arah Mom, Mom membelai rambutku. Dan aku melihat Louis sudah siap dengan suspendernya, ya inilah gaya Louis yang sebenarnya. Sejak kecil, Louis suka mengenakan suspender. Walau orang beranggapan suspender adalah hal yang lugu atau norak, tapi Louis menganggapnya suspender adalah hal yang menarik dan tidak norak

“suspender?” aku mengangkat alisku

“yes! Keren, bukan?” tanya Louis sembari mengambil beberapa potong roti

Sementara aku hanya menganggukan kepalaku, menurutku Louis memang cocok mengenakan suspender. Jadi aku mengatakan yang sebenarnya

Aku dan Louis berpamitan kepada Mom dan Dad, mobil sudah siap di depan pintu pagar. Aku berharap, aku tidak telat lagi. Karena 3 hari terakhir, aku selalu telat masuk ke kelas.

“Louis.. bisa kamu percepat laju mobil?” tanyaku lembut

Louis menatapku tajam, lalu ia segera mempercepat laju mobilnya. Aku tersenyum tipis ke arahnya, dan akhirnya aku datang tepat pada waktunya. Aku segera berlari menuju lantai 2, tempat dimana kelasku berada

Sebelum masuk ke dalam kelas, aku harus mengambil buku di loker. Saat aku hendak mengambil buku di loker, seseorang menabrakku keras. Dan aku berteriak kecil, aku menoleh ke arah orang itu. Zayn? Pikirku
Namun dia tidak berkata apa-apa, jadi aku merapikan buku-bukuku yang sempat jatuh tadi. Zayn memang terkenal karena sikapnya yang dingin dan juga acuh tak acuh

Aku masuk ke dalam kelas, dan terlihat anak-anak sedang sibuk dengan buku mereka masing-masing. Oh ternyata tugas yang diberikan Mr. Jack, dia adalah guru bahasa Jerman di Queen Marry

“kamu sudah mengerjakan tugas?” Liam datang menghampiriku, dan duduk di kursi yang kosong

“ya, kamu tau Mr. Jack sangat killer. Dan kamu juga tau bagaimana nasibku jika aku tidak mengerjakan tugas miliknya” balasku sambil menatap ke arah jam dinding

Tidak lama, Mr. Jack datang. Semua mahasiswa siap di bangkunya masing-masing, Mr. Jack menatap ke arah mahasiswa. Dengan tatapannya yang tajam, spontan aku segera menundukan kepalaku. Aku tidak cukup berani untuk menatap mata Mr. Jack

“Cloe! Maju ke depan dan tulis ulang apa yang kamu tulis semalam, dengan  bahasa Jerman. Cepat tidak ada basa-basi” aku bisa mendengar suara Mr. Jack yang lantang

Dan aku pun segera mengeluarkan bukuku dengan cepat, berlari menuju papan tulis dan mengambil spidol yang ada di meja guru. Inilah yang Mr. Jack mau, semua anak bekerja dengan cepat dan tidak lambat

Tapi untuk Hans, anak dengan kacamata kuda dan juga dasi kupu-kupu. Pekerjaan ini amat sangat menyulitkan baginya, maksudku.. bekerja dengan cepat

Aku pun selesai menuliskan apa yang aku kerjakan semalam, Mr. Jack menatapku dan melihat tulisanku. Aku memang terkenal dengan kemampuan berbahasa Jermanku, walau tidak sepintar June. Dia adalah murid yang paling pintar di kelasku

“not bad, go back to your chair” Mr. Jack mempersilakanku untuk duduk, aku segera duduk dan menghela nafas

“selanjutnya, Hans.. kamu kerjakan nomor 2” ucap Mr. Jack sembari menatap Hans dengan tatapannya yang tajam , dan seperti kataku tadi. Ia bekerja sangat lambat, dan membuat Mr. Jack geram. Ia membanting buku pelajaran

“Hans! Bisakah kamu percepat pekerjaanmu?”

Dengan usaha yang ia kerjakan, Hans mencoba untuk bekerja lebih cepat. Ia terlihat gelagapan, dalam benakku. Aku merasa kasihan melihat Hans, ia menjadi bahan ejekan satu kelas. Karena sikapnya yang terlalu polos dan lambat itu

Apalagi ketika sedang berolah raga, ia akan menjadi bahan ejekan yang bagus untuk teman-teman sekelasku. Sementara aku hanya berdiam diri bersama dengan Liam

Setelah melewat satu setengah jam, pelajaran bahasa Jerman pun selesai. Aku bisa bernafas lega, dan kami bisa beristirahat. Liam mengajakku ke kantin, dengan senang hati aku menerima tawarannya.

Ya memang setiap istirahat aku dan Liam pergi ke kantin untuk makan, tapi jika Mom membawakan aku bekal. Aku akan menolak tawaran Liam

Di kantin, aku melihat Zayn bersama dengan teman-temannya. Aku meminta Liam untuk duduk berdekatan dengan meja mereka

“kamu mau apa?” aku bisa mendengar suara Liam, aku segera menoleh ke arahnya

“seperti biasa” jawabku singkat

Liam segera mengambil makanan yang biasa aku makan, ya fish and chips. Makanan kesukaanku di Queen Marry

“ini untukmu” saat Liam memberikanku satu porsi fish and chips, aku segera memalingkan pandanganku ke Liam

“terima kasih” aku tersenyum

“sama-sama” balas Liam

Tiba-tiba aku mendengar suara El memanggil namaku, aku menoleh dan melihat El berlari ke arahku. Ia segera duduk di hadapanku

“Cloe! Aku ingin berbicara empat mata denganmu” El terlihat serius dengan perkataannya

“mau berbicara apa?” tanyaku sembari memakan makananku

“ya Cloe.. aku sudah bilang jika aku ingin berbicara empat mata, jadi aku tunggu kamu pulang sekolah di koridor dekat ruang perpustakaan” jawab El

“baiklah El” balasku

El segera pergi dari tempatnya, dan aku segera melanjutkan makan siangku. Saat aku menoleh ke arah Zayn, aku melihat seorang perempuan berambut pirang. Dia terlihat mesra dengan Zayn, apakah itu pacar Zayn? Pikirku, aku berusaha berpikir positif

Itu adalah sahabat Zayn, hanya sahabat tidak lebih. Pikirku, aku tidak dapat mengalihkan pandanganku ke tempat lain selain Zayn. Karena mereka benar-benar terlihat sangat mesra

“Liam..” aku menoleh ke arah Liam, Liam mengangkat alisnya

“ya kenapa?” tanya Liam

“apa kamu tau gadis yang bersama dengan Zayn?” bisikku kepada Liam, sementara Liam hanya mengangkat bahunya. Aku menghela nafas panjang

TO BE CONTINOUS

Senin, 10 September 2012

#1DLS "Love can't be forced" PART 1


Hey.. namaku Joanne Cloe Tomlinson, biasanya kakakku, Louis, Mom and Dad memanggilku Cloe. Terdengar seperti a dog’s name, right? Aku pikir juga begitu, tapi entah kenapa aku menyukai nama ini. Karena belum pernah aku dengar nama yang sama seperti namaku

Kakakku Louis William Tomlinson, umurnya 21 tahun. Sedangkan aku 18 tahun, aku dan Louis satu universitas. Yaitu di Queen Marry, sikapku dan Louis amat sangat berbeda. Terbukti, Louis lebih populer dan aku terkenal karena sikapku yang polos dan juga aneh

“Cloe!”

Aku mendengar suara Louis memanggilku, aku menoleh dan melihat Louis sedang bersama dengan Harry juga Niall. Mereka adalah teman Louis, tapi umur mereka berbeda. Harry yang sepantaran denganku, Niall yang masih 19 tahun. Dan kakakku adalah yang tertua diantara mereka

“ya?” jawabku pelan sembari membawa buku yang aku pegang

“mau membantu kakakmu ini kan?” tanya Louis sembari berkacak pinggang

Sedangkan aku hanya menganggukan kepala, Louis membisikkan kepadaku sesuatu. Dan aku mengerti apa yang harus aku lakukan

“oke, kapan aku harus melakukanny?” tanyaku

“nanti sore, sekarang aku harus pergi. Ayo Niall! Harry!” jawab Louis

Mereka pun pergi meninggalkan aku, dan tanpa rasa berterima kasih Louis memberikan bungkusan kecil. Ia memintaku untuk memberikan ini ke Eleanor, dia adalah mahasiswi yang cukup populer di sini. Dan kebetulan aku juga mengenal El, panggilan Eleanor

Tiba-tiba aku merasakan seseorang memukul pundakku, dan aku lihat itu Liam. Dia tersenyum kepadaku, dia adalah sahabatku sejak aku berada dibangku SMA.

“hey!” sapa Liam

“hey Liam!” balasku

Liam mengajakku untuk ke perpustakaan, sesampainya di perpustakaan. Aku dan Liam duduk di bangku yang kosong, aku menaruh buku di atas meja. Dan mulai mengambil beberapa buku di rak

Sementara Liam sibuk membaca makalah yang Mr. Robert buat, Liam termasuk anak yang pintar di Queen Marry. Tidak hanya itu, Liam juga pandai bernyanyi dan bergulat. Setelah mendapatkan buku yang aku cari, aku segera duduk.

“Cloe..” aku mendengar bisikan Liam, aku menoleh

“kenapa?” jawabku

“menurutmu, apa yang harus aku berikan untuk gadis yang aku suka?” tanya Liam dengan nada suara yang pelan

Aku mengangkat alisku dan memikirkan jawaban yang sesuai dan bisa aku berikan untuk Liam, aku menjentikan jariku. Dan aku tersadar, semua orang yang sedang berada di perpustakan menoleh ke arah ku. Aku hanya tertunduk malu

“ssstttt don’t be noisy” aku mendengar suara beberapa orang

Aku berusaha berbicara dengan nada lebih pelan lagi, agar mereka tidak menimpal ke arahku lagi. Aku berbisik kepada Liam

“menurutku, kamu harus memberinya hadiah yang berbeda. Jangan bunga atau coklat, itu sudah sangat biasa” jawabku

Liam menatapku dalam, dan aku hanya tersenyum. Apa jawabanku belum memuaskan? Pikirku, tapi beberapa menit kemudian aku melihat dia tersenyum kepadaku

“patut dicoba” ucap Liam

Setelah cukup lama berada di dalam perpustakaan, aku dan Liam keluar dari perpustakaan. Aku melihat Louis, Niall dan Harry sedang menungguku. Aku berpamitan kepada Liam lalu menghampiri mereka

“hey Cloe!” sapa Niall sembari tersenyum ke arahku

“hey Niall” balasku

“ingat dengan apa yang aku katakan padamu tadi?” tanya Louis tiba-tiba

Aku mencoba mengingat apa yang Louis katakan padaku tadi, ah! Bingkisan untuk El, aku masih memegang bingkisan itu. karena aku belum melihat El dari tadi

“tentu aku ingat” aku tersenyum ke arah Louis

Kita segera berjalan menuju tempat parkir mobil, di sana aku melihat Zayn. Dia adalah pria yang aku taksir selama ini, ia sedang duduk di atas motor harleynya. Walau terkenal dengan “badboi”nya, Zayn tetaplah Zayn bagiku

Aku menghentikan langkahku untuk melihat Zayn beberapa saat, aku tersenyum seperti orang yang baru pertama kali merasakan cinta

“hey Cloe!” aku mendengar suara Louis, aku tersadar dan segera berlari ke arahnya

“apa yang kamu lakukan?” tanya Louis

“tidak, aku hanya sedang melihat taman” aku tersenyum ke arah Louis, berharap dia akan percaya dengan apa yang aku katakan barusan. Karena Louis sangat tidak suka dengan sikap Zayn yang menurutnya playboy itu

“apa kamu melihat.. Zayn?” tanya Niall sembari menyipitkan matanya

Aku hanya berdiam diri mendengar pertanyaan Niall, bagaimana ia bisa tau? Dan darimana dia tau? Pikirku, aku berusaha menjawab. Dan mencari jawaban yang pantas

“tidak” jawabku singkat

“kamu yakin?” tanya Niall lagi, rasanya aku ingin memukul kepalanya atau menutup mulutnya itu. bisakah ia tidak bertanya seperti itu lagi kepadaku? Apa aku harus memberikannya snack agar dia bisa berhenti bertanya?

“tentu saja” aku berusaha terlihat santai

Akhirnya, aku dan Louis berpisah dengan Niall dan Harry. Aku masuk ke dalam mobil, aku menatap ke arah Louis yang sedang sibuk menyetir mobil

“Lou..” aku menoleh ke arah Louis

“kenapa?” tanya Louis

“aku.. aku.. aku belum memberikan bingkisan yang kamu berikan kepadaku untuk El, karena aku tidak bertemu dengannya” aku menunduk karena aku merasa bersalah kepada Louis

Louis memang sudah lama menyukai El, dia adalah seorang model. Walaupun dia populer di Queen Marry, tapi ia masih bersikap ramah dan juga baik hati kepada siapa saja. Itulah yang membuat Louis jatuh hati kepada El

“it’s okay, kamu bisa memberikan itu kapan saja. Asal, tidak lewat dari tahun 2012” balas Louis, aku hanya tertawa kecil

TO BE CONTINOUS