Minggu, 18 Desember 2011


Prince for Dama

 1. Gue, Dio dan Chrisie

Nama gue Damaris Danetta , tapi orang-orang memanggil gue Dama . Umur gue sekarang 15 tahun , diumur gue yang sekarang ini . gue berharap masih bisa melihat dunia , karena gue mengidap penyakit kanker otak . gue mengidap penyakit ini saat umur gue baru 13 tahun , gue bertahan melalui obat-obatan dan perawatan yang amat baik dari nyokap gue . dia merawat gue dengan penuh kasih sayang , sehingga gue masih bisa bertahan . rambut gue yang dulu panjang dan indah , sekarang mulai rontok . dan tinggal beberapa helai saja , jujur gue sangat malu jika ingin ke sekolah . karena keadaan yang seperti ini , setiap hari gue mau gak mau harus memakai topi untuk menutupi rambut gue yang tinggal sedikit ini . Nyokap meminta gue untuk memakai wig , namun gue selalu menolaknya
“ coba kamu memakai wig “ kata nyokap lembut
“ gak ma , aku gak mau “
Di sekolah gue hanya punya 1 temen, anak sekelas gue yang sangat peduli pada gue. Dia adalah Chrisie , Lengkapnya Chrisienna Jennie . Dia selalu menemani gue saat istirahat dan mengajak gue untuk pergi ke kantin . Namun gue selalu menolaknya , dia juga pernah mengenalkan gue dengan teman cowoknya . Namanya Gladio , dia termasuk cowok popular di sekolah . banyak siswa perempuan yang suka padanya
“ Dama , ini teman gue namanya Gladio . panggil aja Dio “ Chrisie mulai memperkenalkan temannya itu , Dio menyambutnya dengan senyuman . entah mengapa aku merasa senyuman Dio sangat tulus
“ hei .. Nama gue Dio , lo Dama ya ? “
“ iya gue Dama “
gue dan Dio saling berjabat tangan , gue bisa merasakan ketulusan hatinya lewat jabatan tangan itu . dan pada waktu itu gue mulai menyukai Dio , namun gue tau pasti Dio gak suka sama cewek kayak gue . Yang penyakitan ini , gue sangat ingin bercerita kepada Chrisie soal Dio . Namun gue berusaha untuk tetap diam soal Dio , setelah 2 minggu mengenal Dio . gue bisa merasakan bahwa Dio adalah cowok yang baik dan murah senyum , ia selalu menyapa gue setiap pagi . dan entah kenapa gue sempat berpikir jika Dio suka pada gue , siang itu gue bermaksud untuk menceritakan perasaan gue tentang Dio kepada Chrisie . gue berusaha mencari Chrisie di semua sudut sekolah , namun gue gak menemukannya . gue berpikir untuk mencarinya di perpustakaan ,  saat gue sampai di depan pintu perpustakaan . gue melihat Chrisie sedang bergandengan tangan dengan Dio , saat itu perasaan gue mulai tidak karuan gue ingin menangis tapi gue harus menahannya , dugaan gue selama ini salah . ternyata Dio dan Chrisie sudah jadian , gue mencoba berjalan ke kelas . Namun langkah kaki gue terasa amat berat , saat gue melewati koridor kelas 12-1 IPA . gue melihat seorang cowok yang cukup cakep , tinggi dan altetis . dia lagi baca-baca novel , gue terus memperhatiin cowok itu sambil nahan nangis . tiba-tiba cowok itu melihat ke arah gue , dia menatap gue dengan penuh keanehan . gue berusaha mengusap pipi gue yang basah karena air mata , dia menghampiri gue sambil megang novel yang tadi dia baca
“ lo kenapa pakai topi ? “
Gue gak tau jawaban apa yang harus gue lontarkan , namun gue berusaha untuk menjawab dengan jujur
“ kanker otak “ Cuma itu yang bisa gue jawab , karena gue males untuk membahas penyakit gue ini . cowok itu melotot sangking terkejutnya dengerin jawaban gue
“ lo .. juga .. udah gue gak mau bahas lagi , maaf kalo gue lancang nanya yang aneh kayak tadi “
Kata-kata cowok tadi membuat gue penasaran , sebenarnya ada apa ? kenapa dia bales “ lo .. juga .. “ apa mungkin dia juga kena kanker otak ? tapi gak mungkin banget , rambutnya masih utuh . dan fisik juga masih sehat
“ Dama ! “ panggil orang dari arah belakang , gue menengok . dan setelah gue lihat , itu Chrisie dan Dio .
gue mencoba untuk kuat dan mencoba untuk gak keliatan sedih
“ lo tadi kemana aja ? gue tadi nyariin elo ! “
“ maaf , tadi gue abis dari ruang UKS “ jawaban bohong ini sengaja gue keluarin , daripada gue harus menjawab “ gue abis dari perpus “ dan mereka nanti pasti akan menjawab “ kenapa gak nyari kita ? kita juga di perpus tadi “
“ oh begitu .. kirain apa , oh iya gue mau kasih tau lo sesuatu Dama “
Perkataan Chrisie membuat gue penasaran dan membuat gue amat sakit , di dalam pikiran gue saat itu mungkin Chrisie akan berkata “ gue udah jadian sama Dio “ atau semacamnya
“ gue sama Dio udah jadian “
Sontak perkataan Chrisie membuat gue kaget dan batuk-batuk , saat itu air mata gue mulai menetes . dugaan gue bener , gue mencoba beralasan untuk ke toilet . gue pun segera berlari menuju ke toilet , tangisan gue meledak seketika . gue melepas topi yang lagi gue pakai , gue menangis dan menangis . gue gak tau apa yang harus gue lakuin sekarang , gue gak bisa menyalahkan Chrisie . karena dia teman yang baik banget , Dio juga . dia beda dari cowok yang lain yang pernah gue kenal , gue sadar amat sangat Dio memang gak akan pernah suka sama cewek kayak gue . dari luar kedengeran suara Chrisie
“ Dama .. lo kenapa ? lo nangis ? lo marah sama gue atau apa ? “
Namun gue yang masih ada di toilet gak menjawab , gue gak bisa menjawab saat itu . dan tiba-tiba gue denger suara Chrisie nangis , mendengar tangisan Chrisie gue mencoba untuk membuka pintu toilet . lalu Chrisie memeluk gue sambil terus menangis , gue gak tau kenapa Chrisie nangis . dan gue amat sangat bingung , gue yang patah hati kenapa Chrisie yang nangis ?
“ Dama maafin gue , gue tau lo suka sama Dio . tapi , jujur gue juga suka banget sama Dio . begitu juga Dio , dan gue gak bermaksud bikin lo sakit hati . lo temen terbaik gue Dama , please lo jangan kayak gini “
Mendengar kata-kata Chrisie yang begitu menyentuh hati gue , gue mencoba untuk menjawabnya walau itu susah banget
“ iya gue gak apa-apa , gue gak marah sama lo Chris . lo teman gue yang paling baik dan perhatian sama gue , mana mungkin gue marah sama lo . lo sama Dio memang cocok , lo cantik dan Dio Ganteng “
Chrisie masih memeluk gue erat , lalu dia melepaskan pelukannya . Chrisie menghapus air mata yang jatuh di pipi gue , Chrisie memang teman yang paling baik yang pernah gue punya . gue sadar gak seharusnya gue bersikap kayak tadi , tapi hati gue juga sangat sakit . gue gak tau harus berbuat apa lagi , gue Cuma ingin punya pacar yang bisa menerima diri gue apa adanya
“ tapi Dama , gue bisa ngerasain kalau gue diposisi lo . gue benar-benar … maafin gue Dama “
Sekali lagi , Chrisie memeluk gue . gue mencoba untuk membuat Chrisie berhenti menangis
“ I’m okay Chrisie , don’t worry about me
Dan Chrisie melepaskan pelukannya , gue mencoba untuk menghapus air mata Chrisie . dia mulai senyum , ya dia malaikat penghibur gue di sekolah . lalu gue dan Chrisie keluar dari kamar mandi , gue liat Dio dari kejauhan . Dio melambaikan tangannya ke arah kita , dan Dio menghampiri kita berdua
“ kalian kemana saja ? gue tadi nyariin lo berdua “
“ dari toilet , urusan cewek dan lo gak perlu tau “
Gue berusaha menjawab dengan santai , gue mau melupakan apa yang udah terjadi tadi . gue mau melupakan semuanya , dan mulai lagi dengan senyuman khas gue .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar